Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

Yayasan Hindu Amerika di Kongres Amerika


WASHINGTON DC, AS, 25 September 2009 – Yayasan Hindu Amerika (HAF) melakukan kunjungan satu hari penuh kepada wakil-wakil Kongres yang dijamu dengan acara makan malam di Gedung Madison Perpustakaan Kongres pada hari Rabu. Hak-hak asasi manusia dan keberagaman thema pada malam itu di mana para anggota Parlemen dan Senat berkumpul, kemudian para pimpinan HAF memberikan penghargaan tahunan kepada para pendukung yang berasal dari beragam latar belakang. Anggota kongres Frank Pallone (Demokrat, New York), yang menjadi penyokong HAF paling awal sejak pertemuan pertamanya di daerah Hill di tahun 2004, menerima piagam penghargaan serta mempertunjukkan kepada hadirin yang berjumlah sekitar 150 orang. Yayasan Hindu Amerika telah melakukan banyak hal untuk membantu berkampanye untuk “mengakhiri kekerasan terhadap umat Hindu”, kata Pallone. “Di masyarakat dunia sekarang ini, menjadi sangat penting untuk mempromosikan pemahaman tentang semua budaya dan agama dan Yayasan anda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mempromosikan toleransi agama.” Danny Davis (Demokrat, Illinois) mengecam kegagalan pemerintah Sri Lanka untuk melindungi hak-hak asasi manusia penduduk Tamil. Juga tahun ini, HAF memberikan penghargaan kepada dua penerima “Mahatma Gandhi Award” yang membangun upaya-upaya bagi Kemajuan Pluralisme Beragama. Pendeta Canon Dr. Gwynne Guibord, petugas yang menangani masalah-masalah antaragama dan komunitas dari Dewan Gereja Los Angeles, dan pendeta Karen Macqueen, yang sekaligus juga wakil rector, ikut bergabung bersama pendeta J.Jon Bruno, pendeta di dewan gereja mereka, dalam menstimulasi umat Hindu tahun lalu setelah mengeluarkan sebuah pernyataan minta maaf secara formal berbunyi “selama berabad-abad tindakan diskriminasi agama (dilakukan terhadap umat Hindu), termasuk upaya-upaya untuk mengubah umat Hindu menjadi Kristen.” Setelah membaca surat resmi dari Pendeta Bruno, Dr.Guibord berkata, “Kita mesti terus menajdi saksi atas kebenaran bahwa adalah tidak mungkin berkata dengan integritas dan kesaksian yang benar yang menopang dua keyakinan besar, bahwa kita mencintai Tuhan tetapi membenci manusia yang lain.”

Yang juga diberikan penghargaan adalah Komite Yahudi Amerika (AJC), yang diwakili oleh Richard Foltin, Direktur Legislatif dan Penasehat di kantor AJC dan Urusan Internasional di Washington DC, dan Nissin Reuben, Petugas Program pada Hubungan India-Yahudi Amerika, atas kerja mereka dalam membangun jembatan antara umat Yahudi dengan komunitas Hindu.

Foltin, Reuben dan Senator Bayangan Paul Strauss (wakil Demokrat, Distric of Colombia) berbicara tentang nilai-nilai yang sama yang dimiliki oleh tradisi kepercayaan Yahudi dan Hindu.

“Kita mencari satu dunia yang lebih adil yang mengijinkan kita mempromosikan nilai-nilai universal bahkan ketika kita bekerja untuk menguatkan daya tahan dari komunitas kita yang tersebar, untuk menjadi particular dan universal pada saat yang sama,” kata Foltin dalam pidatonya.

Anju Bhargava, satu-satunya wakil Hindu dalam Dewan Penasehat Presiden Obama tentang Kerjasama berdasarkan Kepercayaan dan Kekerabatan memberikan sambutan malam itu dengan seruan kepada umat Hindu Amerika untuk berfokus pada pembangunan infrastruktur dalam institusi-institusi yang berlandaskan dharma dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam upaya pengembangannya.

Pada pagi harinya, para anggota dari Dewan Direktur Yayasan, staf senior dan anggota aktif ikut bergabng dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari belasan staf senator-senator utama dan perwakilan parlemen. Mereka menekankan untuk melakukan penelitian lebih cermat atas bantuan bagi Pakistan, dan mendapat dukungan atas pembuatan sebuah surat ditujukan kepada dutabesar Pakistan untuk Amerika, mendesak sanksi diplomatic untuk menangani kekerasan yang makin meningkat terhadap kaum minoritas Hindu di Pakistan dan mendukung sebuah resolusi kongres untuk membantu melindungi kehidupan rakyat Tamil di Sri Lanka. Beralih ke isu dalam negeri, Yayasan berbicara kepada sejumlah organisasi yang berdasarkan agama agar bersikap adil dan menaruh simpati terhadap permohonan imigrasi legal, khususnya untuk para pekerja di bidang agama.
(Hindu Press International)

Rabu, 06 Januari 2010

“Hinduisme di Amerika”: Diskusi Panel di Kuil Minneapolis


BOSTON, MASSACHUSETTS, 13 September 2009 – Para wartawan yang menghadiri konvensi tahunan Asosiasi Para Penulis Berita Agama naik ke dalam dua bis bergerak dari kota Minneapolis ke luar kota menuju Maple Grove, di mana terdapat tanah pertanian seluas 80 are, di mana komunitas Hindu sedang dalam tahap pekerjaan akhir dari pembangunan kuil Hindu terbesar di Amerika Serikat. Kuil Hindu Minnesota menyediakan berbagai fasilitas yang nyaman: sebuah perpustakaan, ruang pertemuan, kafetaria dan ruang auditorium, dan sebuah ruang besar yang mempesona, yang disinari oleh lampu-lampu dari atas atap, di dalamnya terdapat 21 tempat pemujaan mengitari ruangan. Kuil ini tidak seperti yang anda sering lihat di India. Di India, kuil-kuil biasanya berpusat pada pemujaan salah satu dari Istadevata. Namun di sini, karena ini Amerika, di mana komunitas Hindu berasal dari seluruh penjuru India dan tempat-tempat lain luar India, maka kuil ini menyediakan sejumlah tempat pemujaan yang sesuai dengan kebutuhan para bhakta yang berasal dari para penyembah beragam Istadevata. Kuil ini melayani sekitar 40 ribu umat Hindu di Minnesota dan kota-kota sekitarnya, sebelumnya komunitas ini telah melakukan pemujaan di bekas gereja sejak tahun 1978, lalu mulai membangun kuil sejak tahun 2003, dan menyelesaikan hampir semua pekerjaan pembangunan kuil pada tahun ini. Setelah acara jalan-jalan, sebuah acara diskusi panel menampilkan tiga ahli di bidangnya, Anantanand Rambachan, pimpinan Departemen Agama di perguruan tinggi St. Olaf di Minnesota, yang memberikan prakata tentang Hinduisme di Amerika; Khyati Joshi, professor pendidikan di Universitas Fairleigh Dickinson di New Jersey, yang berbicara tentang penelitiannya tentang generasi kedua kaum muda Hindu di Amerika, dan Suhag Dhukla, Direktur Manager Yayasan Hindu Amerika, yang berbicara tentang masalah-masalah yang dihadapi umat Hindu di dalam masyarakat Amerika. (Hindu Press International)

Konferensi Diaspora Umat Hindu di Den Haag


HAGUE, BELANDA, 24 September 2009 – Acara regional ketiga “Mini-Pravasi Bharatiya Divas” diselenggarakan di Den Haag untuk mengumpulkan warga India yang tersebar di Eropa. Bertujuan untuk mencari landasan yang sama untuk berdiskusi tentang peranan mereka dalam meningkatkan kerjasama Indo-Eropa dalam bidang kebudayaan, sejarah, tradisi dan menggali peluang-peluang investasi dan perdagangan Indo-Eropa. Acara ini diselenggarakan dalam kerjasama dengan Dewan Kota Den Haag dan dukungan aktif organisasi-organisasi Indo-Belanda. Prof Ruud Lubbers, mantan Perdana Menteri Belanda dan juga menjadi Pembicara Tamu utama, menjelskan bagaimana fokus dunia internasional bergeser dari kemerdekaan dan kemandirian negara ke arah negeri-negeri yang saling tergantung satu sama lain dan berkata bahwa India memiliki peranan penting untuk bermain dalam dunia yang multi-polar, memainkan peranan penting dalam menghubungkan antara peradaban berbeda. (Hindu Press International)

Nyemplunglah ke Gangga, Lindsay Lohan


New Delhi – Para pemimpin agama Hindu menyarankan Lindsay Lohan untuk terjun dan mandi di Sungai Gangga. Itu dimaksudkan untuk meringankan persoalan yang menggelayuti hidupnya.

Aktris kontroversial itu sedang berusaha mengembalikan kariernya ke jalur yang tepat. Situasi berat ini terjadi setelah sejumlah filmnya hancur, dia harus perang dengan ayahnya, ditambah lagi persoalan ketergantungan terhadap obat terlarang.

Itulah sebabnya, para pemimpin agama Hindu menyarankannya nyemplung ke Sungai Suci itu saat dia berada di India. LiLo kini memang sedang melakukan pengambilan gambar dokumenter tentang perdagangan seks terhadap wanita dan anak-anak.

"Lindsay Lohan harusnya memanfaatkan lawatan ke India ini untuk menemukan dirinya kembali dengan menghabiskan waktu di ashram dan menyelam di kesucian Gangga. Ada kepercayaan bahwa mandi di Sungai Gangga akan menghapus semua dosanya," ujar Rajan Zed, seorang pemuka Hindu. [aa/mor]

'EAT, PRAY, LOVE' Jadi Paket Perjalanan Wisata


Terbitnya novel EAT, PRAY, LOVE karya Elizabeth Gilbert di tahun 2006 memang menjadi kunci pembuka buat peluang berikutnya. Kisah pribadi yang memang sensasional ini lantas dituangkan ke layar lebar lewat film yang dibintangi Julia Roberts dan setelah itu, sebuah biro perjalanan wisata berencana membuat paket wisata berdasar perjalanan yang dilakukan oleh Elizabeth Gilbert ini.
EAT, PRAY, LOVE berkisah tentang perjalanan Elizabeth Gilbert dari Manhattan, ke India diteruskan dengan perjalanan ke Bali setelah penulis wanita ini merasakan kegundahan hati pasca perceraian yang dialaminya. Perjalanan inilah yang kemudian ditawarkan oleh biro wisata Spirit Quest Tours kepada mereka yang ingin mengalami sendiri perjalanan spiritual ini.
Menurut Splash News, paket wisata ini akan termasuk wisata ke Bali selama satu minggu mulai bulan Mei 2010 mendatang. Bahkan sampai pengalaman Elizabeth Gilbert saat diramal melalui garis tangan pun akan ditawarkan oleh biro wisata ini.
Rajan Zed, seorang negarawan Amerika Serikat yang beragama Hindu sempat berkomentar, "Memoir Gilbert yang menjadi best seller ini adalah tentang pengalamannya selama mencari jati dirinya setelah ia mengalami perceraian. Ia lantas mengadakan perjalanan ke India, Italia, dan Indonesia. Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan tapi juga sekaligus membawa pencerahan." (spl/roc)

Seminar “Hindu Dharma di Abad 21”

KALAMANZOO, MI, USA, 24 September 2009 – Perkumpulan Sambodh dan Pusat Sambodh untuk Peningkatan Sumber Daya Manusia di Kalamanzoo, MI, mensponsori seminar empat hari dan kuliah-kerja mengenai topik Hindu Dharma di abad 21. seminar ini terdiri dari 8 presentasi berdurasi masing-masing 1 jam tentang 8 pilar utama Hindu yang dijelaskan oleh Yang Mulia Swami Bodhananda Saraswati yang didasarkan pada hasil penelitian dan diskusinya dengan para cendekiawan Hindu, para orang tua dan pinisepuh, dan juga generasi muda yang tinggal di Amerika. Cendekiawan terkenal dan pemikir yang inovatif seperti Dr. Arvind Sharma, seorang penulis terkenal, dan juga menjadi Professor di Perbandingan Agama di Universitas McGill, Montreal, Canada telah diundang untuk membawakan makalah dan memimpin diskusi-diskusi panel. (Hindu Press International)

Dokter dan Penasehat Hukum Belajar Melakukan Puja

KALKUTA, INDIA, 30 Agustus 2009 – Jangan terkejut jika anda menemukan dokter atau bankir yang melakukan puja di lingkungan anda. Kelompok baru professional di Kalkuta yang menjadi pemimpin puja belajar melantunkan sloka-sloka suci Veda sambil meniti karir mereka yang penuh dengan kesibukan. Di antara para murid di Vaidik Pandit O Purohit Mahamilan, sekolah pinandita di Kalkuta Utara, adalah para dokter, penasehat hukum dan pejabat pemerintah serta professional lainnya yang berusaha meningkatkan kehidupan rohani mereka dengan belajar menjadi pinandita, sementara tetap menjalankan karir mereka sekarang. Indrajit Chakraborty, seorang pegawai pemerintah yang mengikuti sekolah pinandita ini menjelaskan, “Saya ikut bergabung karena saya percaya adalah penting untuk mempelajari ritual-ritual agama sebagai umat Hindu.” (Hindu Press International)

Forum Mahasiswa Hindu Inggris Berdiskusi Tentang Kesalahpahaman Terhadap Hindu

LONDON, INGGRIS – Forum Nasional Mahasiswa Hindu Inggris menjadi tuan rumah konferensi tahunan mereka berjudul “Hindu Times” yang akan menggali mitos dan kesalahpahaman tentang Hindu. Sekitar 500 delegasi dari seluruh penjuru Inggris Raya termasuk para politisi senior dan para pembicara tamu hadir untuk berdiskusi dan berdebat tentang sejumlah topik hangat yang berkembang sekarang, termasuk di antaranya:
· Apakah Hindu memandang perempuan sejajar dengan pria?
· Bagaimana Hindu menyikapi perpindahan agama?
· Apakah Hindu memuja patung?
· Apakah tumbuhnya partai sayap kanan yang dimotori penduduk kulit putih Inggris bermasalah bagi umat Hindu?
· Apakah umat Hindu kurang terwakili dalam panggung politik Inggris?
Sejak 17 tahun lalu Forum Nasional Mahasiswa Hindu telah bekerja keras untuk mendukung mahasiswa Hindu di seluruh negeri dan sekarang mempunyai perkumpulan-perkumpulan yang aktif di Universitas-Universitas dan sekolah-sekolah tinggi di seluruh Inggris. Forum ini adalah organisasi terbesar di Inggris dan daratan Eropa yang mewakili pandangan kaum muda Hindu Inggris. Konferensi Nasional dilaksanakan pada tanggal 21 November 2009 di Universitas City, di London, mulai jam 9 pagi hingga jam 6 petang. (Hindu Press International).

Sanatana Dharma (Hindu) Membangun Pusat Hindu Baru di Nebraska

OMAHA, NEBRASKA, 7 September 2009, ketika Sri Dharma Pravartaka Acharya (Frank Morales) mulai mengajar sebagai pandita (acharya) tetap di kuil Hindu Omaha dua tahun lalu, kebudayaan dan pusat spiritual Hindu berkembang subur di masyarakat. Sang Acharya, yang juga menjadi pendiri Perkumpulan Internasional Sanatana Dharma, menggunakan buku, kuliah-kuliah, seminar dan kelas-kelas praktek untuk mendidik filsafat dan kebijaksanaan Hindu kepada generasi muda Hindu dan orang-orang yang baru memeluk Hindu. Saat ini Sang Acharya yang memegang gelar professor dalam Studi Keagamaan, berencana membuat pusat pengajaran permanen dan ashram di daerah Omaha sebelum musim gugur ini, sebuah pusat fasilitas untuk studi dan praktek Sanatana Dharma. Pusat ini dirancang untuk melayani baik komunitas lokal Hindu maupun sebagai tujuan yang paling diminati dari para murid-murid dharma dari seluruh penjuru dunia, pusat pengajaran ini akan menjadi tuan rumah bagi semua kegiatan yang dipimpin oleh Sri Acharya: kursus-kursus, satsang, perayaan-perayaan agama oleh generasi muda dan seminar-seminar. Sebagai tambahan, pusat pengajaran ini berencana mengadakan seminar, diskusi dan kuliah kerja bagi banyak guru-guru agama Hindu dari seluruh dunia, dan menjadi salah satu perpustakaan Sanatana Dharma di negeri ini, dan juga akan mengembangkan fasilitas kesehatan alami dan sekolah, yang menawarkan program studi pengobatan Hindu seperti Ayurveda dan Yoga. Rencana pembangunan tahap pertama adalah pembelian sebuah rumah untuk ashram di tengah kota Omaha. Dengan tujuan jangka pendek mengumpulkan dana sebesar 50 ribu dollar sebelum November 2009. (Hindu Press International)